WACOM Tablet in Dual-Monitor Ubuntu System
While I have a couple of monitors lying around, only recently do I play around with them, hooking an extra LCD monitor to my laptop. Though Ubuntu handles this arrangement without a hitch, a small problem is the mapping from graphic tablet to the screen. By default, full 8:5 tablet area will be mapped to the whole 32:9 (double widescreen) desktop, which skews cursor movement and makes sketching/painting difficult.
With a bit of reading manpages and trying out tools provided with Wacom driver, I found xsetwacom lets me get what I want: the usual 1:1 tablet-to-screen coordinate mapping in a multi-monitor GNU/Linux system. I haven't found any GUI-based application, though, so the following procedures are strictly terminal-bound.
Baca Lebih Lanjut
Mimpi yang Belum Padam
Hari ini setahun yang lalu, saya berangkat ke Jogja dengan sebuah keyakinan bahwa jika kita ingin mewujudkan impian diri sendiri, kita harus mampu mendukung perwujudan mimpi orang lain. Bahwa jika kita ingin menjadi besar, kita harus mau membantu orang lain untuk tumbuh besar bersama. Setahun kemudian, semua orang telah berproses lebih matang namun belum ada satupun impian yang berhasil saya bantu wujudkan. "Apa yang salah?" adalah satu pertanyaan utama di benak saya.
Baca Lebih Lanjut
Flexible Blender Installation for Linux System
"Inspired" by FOSSGrafis.com, I think my posts here will be mainly in English from now on :D Though I still won't promote it...
With newer official and experimental versions keep on coming frequently, keeping up with Blender development maybe a bit overwhelming to some Blenderheads. Most, I believe, will use whatever latest Blender version available, but sometimes, some of our Blender project will rely on an experimental or obsolete feature of an older Blender version. Such a situation demands a flexible way for us to:
- Install whatever Blender version we like,
- As many as we like,
- Access all of them relatively easily,
- Decide whichever version as default,
- Works for a renderfarm network.
Tough, eh? Not when your operating system is Linux.
Baca Lebih Lanjut
Format Berkas Perantara untuk Komposit Render
Saya masih meraba-raba cara kerja paling efisien dan fleksibel untuk mengolah komposit gambar menggunakan Blender. Proses render+komposit yang terakhir saya jalankan cukup fleksibel, tapi masih jauh dari efisien. Untuk animasi di bawah 2 menit, data yang harus saya kelola (termasuk berkas-berkas perantara) mencapai 60GB, dan di-render seminggu lebih dengan 4-5 komputer. Sangat tidak efisien untuk alur produksi serial animasi sebuah studio kecil. Proses optimasi yang saya bahas di sini berfokus pada format gambar yang dihasilkan proses render, sebagai input proses komposit.
Seperti tulisan sebelumnya, saya masih meminta agar rekan-rekan mempertimbangkan penggunaan OpenEXR, tapi sekarang dengan sedikit caveat. Sebagai ilustrasi, berikut output perangkat identify (bagian dari ImageMagick), untuk berkas-berkas hasil render adegan yang sama dalam beberapa format:
Baca Lebih Lanjut
Komposit Video dalam Blender dan Efisiensi Tahap Pasca-Produksi
Dua-tiga hari ke depan, tahap pasca-produksi pembuatan video pembukaan serial Dagelan Bakoel akan selesai. Sambil menunggu proses render beberapa cut terakhir (yang paling lama), saya ceritakan saja sedikit pengalaman terkait tahap ini, terutama pada proses render dan video-compositing.
Baca Lebih Lanjut
Material, UV Unwrapping, Texturing dan Decal di Blender 2.5
Tulisan berikut sekadar saya duplikasi dari Forum Blender Indonesia, siapa tahu jadi lebih banyak yang bisa memanfaatkan.
Tulisan ini saya tujukan untuk sesama pemula Blender 2.5, tentang dasar2 material di Blender 2.5. "Sesama", karena saya sendiri juga pemula dan menuliskan tutorial ini sembari membiasakan diri menggunakan Blender 2.5.
Selain Blender 2.5, kita juga akan menggunakan GIMP, sekalian saya belajar editor gambar ini.
Baca Lebih Lanjut
Pemodelan Tali/Jaring Menggunakan Kurva di Blender 2.5
Tulisan berikut sekadar saya duplikasi dari Forum Blender Indonesia, siapa tahu jadi lebih banyak yang bisa memanfaatkan.
Tulisan ini saya tujukan untuk sesama pemula Blender 2.5, tentang pengeditan kurva di Blender 2.5. "Sesama", karena saya sendiri juga pemula dan menuliskan tutorial ini sembari membiasakan diri menggunakan Blender 2.5.
Baca Lebih Lanjut
Tutorial Lama
Sebenarnya tutorial-tutorial ini sudah sangat lama, membahas versi Blender yang sudah relatif tertinggal (Blender 2.42 - 2.49b). Tapi kelihatannya masih bermanfaat, maka saya tampilkan lagi link ke keduanya (filenya sendiri nggak kemana-mana, sih...):
Baca Lebih Lanjut
Layanan Renderfarm NumpangRender
Sudah ada yang tahu layanan renderfarm berbasis Blender, namanya NumpangRender? Saya tengah mencobanya untuk proyek profesional pertama saya di bidang animasi, dan hasilnya cukup memuaskan. Tidak banyak yang dibutuhkan untuk memanfaatkan layanan ini, hanya beberapa komputer yang terhubung melalui jaringan, cara membagi file .blend ke masing-masing komputer "slave", dan cara komputer "master" mengendalikan dan memulai proses render pada setiap "slave".
Baca Lebih Lanjut
Menjalankan Proses Render Secara Offline
Menyambung tulisan saya minggu lalu, kali ini saya akan sedikit membahas beberapa komponen proses render yang dapat kita kendalikan secara offline (melalui baris perintah). Pendeknya tulisan ini bukan berarti hanya sedikit hal yang dapat kita lakukan di Blender melalui script Python.
Baca Lebih Lanjut
[sebelumnya]