Réflexion

Notable short yang ingin saya angkat pertama di sini adalah Réflexion dari studio Planktoon.

Yang membuat saya tertarik dengan film ini adalah style visualnya yang cenderung impresionis. Setting dan pencahayaannya realis, berubah abstrak hanya pada klimaks konflik di tengah film. Meski sangat berbeda, sepertinya ada kemiripan antara teknis dasar shading dan rendering film ini dengan Matatoro, film pendek favorit saya yang lain (saya tidak tahu Maya, di luar perangkat animasi dasarnya).

Portofolio komersial Planktoon rata-rata tidak jauh berbeda dari studio-studio lainnya dari gaya render dan desain karakter, namun Réflexion memperlihatkan sisi unik studio yang didirikan lima alumni sekolah animasi L’école Georges Méliès ini.

 •  Visual  •   • 

Modul Pengenalan Blender

Kurang lebih setahun lalu studio saya saat itu, Cleo Motion Studio, mengadakan workshop pengenalan Blender selama dua hari di FT UGM. Saya lupa dalam kerangka event apa; yang saya ingat, ini pertama kalinya saya yang membuat modulnya, pertama kali pula mengajar selama dua hari tersebut.

Read More

One comment  •  Visual  •   • 

Dedikasi dan Komitmen

Umur seorang manusia tidak akan cukup untuk mengalami semua hal di dunia.

Coba bayangkan sejenak: Ada berapa banyak buku yang kita ingin baca, film yang kita ingin lihat, tempat yang kita ingin kunjungi, ilmu yang kita ingin pelajari, musik yang kita ingin dengar, keterampilan yang kita ingin kuasai, atau bahasa yang kita ingin fasih ucapkan?

Apapun minat Anda, untuk minat tersebut saya yakin Anda setuju jawabannya: Terlalu banyak. Dan kita harus memilih.

Read More

 •  Personal  •   • 

WACOM Tablet in Dual-Monitor Ubuntu System

While I have a couple of monitors lying around, only recently do I play around with them, hooking an extra LCD monitor to my laptop. Though Ubuntu handles this arrangement without a hitch, a small problem is the mapping from graphic tablet to the screen. By default, full 8:5 tablet area will be mapped to the whole 32:9 (double widescreen) desktop, which skews cursor movement and makes sketching/painting difficult.

With a bit of reading manpages and trying out tools provided with Wacom driver, I found xsetwacom lets me get what I want: the usual 1:1 tablet-to-screen coordinate mapping in a multi-monitor GNU/Linux system. I haven't found any GUI-based application, though, so the following procedures are strictly terminal-bound.

Read More

 •  Textual  •   • 

Mimpi yang Belum Padam

Hari ini setahun yang lalu, saya berangkat ke Jogja dengan sebuah keyakinan bahwa jika kita ingin mewujudkan impian diri sendiri, kita harus mampu mendukung perwujudan mimpi orang lain. Bahwa jika kita ingin menjadi besar, kita harus mau membantu orang lain untuk tumbuh besar bersama. Setahun kemudian, semua orang telah berproses lebih matang namun belum ada satupun impian yang berhasil saya bantu wujudkan. "Apa yang salah?" adalah satu pertanyaan utama di benak saya.

Read More

 •  Personal  •   • 

Flexible Blender Installation for Linux System

"Inspired" by FOSSGrafis.com, I think my posts here will be mainly in English from now on :D Though I still won't promote it...

With newer official and experimental versions keep on coming frequently, keeping up with Blender development maybe a bit overwhelming to some Blenderheads. Most, I believe, will use whatever latest Blender version available, but sometimes, some of our Blender project will rely on an experimental or obsolete feature of an older Blender version. Such a situation demands a flexible way for us to:

Tough, eh? Not when your operating system is Linux.

Read More

 •  Textual  •   • 

Format Berkas Perantara untuk Komposit Render

Saya masih meraba-raba cara kerja paling efisien dan fleksibel untuk mengolah komposit gambar menggunakan Blender. Proses render+komposit yang terakhir saya jalankan cukup fleksibel, tapi masih jauh dari efisien. Untuk animasi di bawah 2 menit, data yang harus saya kelola (termasuk berkas-berkas perantara) mencapai 60GB, dan di-render seminggu lebih dengan 4-5 komputer. Sangat tidak efisien untuk alur produksi serial animasi sebuah studio kecil. Proses optimasi yang saya bahas di sini berfokus pada format gambar yang dihasilkan proses render, sebagai input proses komposit.

Seperti tulisan sebelumnya, saya masih meminta agar rekan-rekan mempertimbangkan penggunaan OpenEXR, tapi sekarang dengan sedikit caveat. Sebagai ilustrasi, berikut output perangkat identify (bagian dari ImageMagick), untuk berkas-berkas hasil render adegan yang sama dalam beberapa format:

Read More

 •  Visual  •   • 

Komposit Video dalam Blender dan Efisiensi Tahap Pasca-Produksi

Dua-tiga hari ke depan, tahap pasca-produksi pembuatan video pembukaan serial Dagelan Bakoel akan selesai. Sambil menunggu proses render beberapa cut terakhir (yang paling lama), saya ceritakan saja sedikit pengalaman terkait tahap ini, terutama pada proses render dan video-compositing.

Read More

 •  Visual  •   • 

Material, UV Unwrapping, Texturing dan Decal di Blender 2.5

Tulisan berikut sekadar saya duplikasi dari Forum Blender Indonesia, siapa tahu jadi lebih banyak yang bisa memanfaatkan.

Tulisan ini saya tujukan untuk sesama pemula Blender 2.5, tentang dasar2 material di Blender 2.5. "Sesama", karena saya sendiri juga pemula dan menuliskan tutorial ini sembari membiasakan diri menggunakan Blender 2.5.

Selain Blender 2.5, kita juga akan menggunakan GIMP, sekalian saya belajar editor gambar ini.

Read More

 •  Visual  •   • 

Pemodelan Tali/Jaring Menggunakan Kurva di Blender 2.5

Tulisan berikut sekadar saya duplikasi dari Forum Blender Indonesia, siapa tahu jadi lebih banyak yang bisa memanfaatkan.

Tulisan ini saya tujukan untuk sesama pemula Blender 2.5, tentang pengeditan kurva di Blender 2.5. "Sesama", karena saya sendiri juga pemula dan menuliskan tutorial ini sembari membiasakan diri menggunakan Blender 2.5.

Read More

 •  Visual  •   • 

Layanan Renderfarm NumpangRender

Sudah ada yang tahu layanan renderfarm berbasis Blender, namanya NumpangRender? Saya tengah mencobanya untuk proyek profesional pertama saya di bidang animasi, dan hasilnya cukup memuaskan. Tidak banyak yang dibutuhkan untuk memanfaatkan layanan ini, hanya beberapa komputer yang terhubung melalui jaringan, cara membagi file .blend ke masing-masing komputer "slave", dan cara komputer "master" mengendalikan dan memulai proses render pada setiap "slave".

Read More

 •  Visual  •   • 

Menjalankan Proses Render Secara Offline

Menyambung tulisan saya minggu lalu, kali ini saya akan sedikit membahas beberapa komponen proses render yang dapat kita kendalikan secara offline (melalui baris perintah). Pendeknya tulisan ini bukan berarti hanya sedikit hal yang dapat kita lakukan di Blender melalui script Python.

Read More

 •  Visual  •   • 

Dunia Open Source 3D, Dunia yang Ramah-Pengguna

(Berikut tulisan yang saya buat 18 September 2010 untuk sebuah majalah komputer, namun gagal terbit. Daripada teronggok terlupakan, saya terbitkan di sini saja.)

2011-02-11: Muat ulang, sekarang versi tersunting #1

2011-02-20: Terbit di Harian Jogja. Terima kasih pada Pak Dedy Hariyadi.

Sedikit latihan logika: menurut Anda aplikasi mana yang lebih ramah-pengguna, yang membatasi cara Anda berinteraksi dengannya, atau yang memperbolehkan Anda membongkar-pasang dan mengubah setiap komponennya bila Anda memerlukannya? Yang membatasi cara distribusi aplikasi tersebut, atau membiarkan Anda bebas menyebarkannya lewat medium dan cara apapun? Dunia software 3D baru-baru ini sedikit terusik dengan kasus Vernor v. Autodesk di Amerika, di mana sebuah perusahaan software berhasil menggugat seorang individu yang menjual kembali software buatannya melalui forum lelang online. Klaimnya: produk tersebut hanya dilisensikan penggunaannya, bukan dijual, dan lisensi tersebut tidak dapat ditransfer ke pihak lain.

Read More

 •  Textual  •   • 

Menjalankan Blender Lewat Baris Perintah

Dalam tulisan sebelumnya, sepintas saya ceritakan bagaimana kemampuan Blender untuk dioperasikan melalui baris perintah membantu saya dalam penyuntingan video. Di sini akan saya jelaskan sedikit lebih detail, bagaimana kita dapat mengendalikan berbagai aspek operasi Blender hanya melalui baris perintah (CLI = command-line interface).

Read More

 •  Textual  •   • 

Blender Untuk Menyunting Video, Kenapa Tidak?

Awal Januari kemarin, aku membantu seorang sepupuku menyunting video untuk tugas kuliahnya. Berhubung sekitar dua tahun sebelumnya aku membantunya dalam keperluan yang sama, dan saat itu aku menggunakan Blender (v2.48), kali ini pun aku menggunakan software yang sama. Perbedaan pendekatanku terhadap dua proyek yang mirip ini, serta perbedaan kedua versi Blender yang kugunakan untuk menyelesaikan keduanya, memberiku ide tentang bagaimana cara paling baik (sejauh ini) dalam memanfaatkan Blender untuk menyunting video.

Read More

 •  Visual  •   • 

Animasi 2D dengan MyPaint

Semua tahu sudah mulai bermunculan berbagai perangkat animasi 2D untuk Linux, mulai dari Synfig sampai KToon dan fork-nya, Tupi. Tapi sebenarnya dengan perangkat gambar 2D statis pun, kita dapat menciptakan efek animasi yang belum dapat dihasilkan oleh perangkat animasi yang tersedia. Fokus saya di sini adalah MyPaint. Software gambar ini telah menjadi favorit saya sejak pertama mendalami seni digital.

Read More

 •  Visual  •   • 

Pigeon: Impossible

Film pendek buatan Lucas Martell ini sudah agak lama, memang. Satu-satunya hal yang ingin saya soroti dari proyek ini adalah halaman Podcast-nya, di mana Lucas menceritakan pengalamannya menciptakan film ini, termasuk berbagai trik yang ia gunakan untuk menyederhanakan proses produksi.

Tips dan trik yang ia jelaskan antara lain terkait komposit, pencahayaan, rig+animasi karakter, proses produksi, sampai musik+efek suara. Meski software yang ia gunakan adalah Softimage XSI, namun informasi di hampir semua podcast yang Lucas buat dapat dimanfaatkan pengguna software 3D lain.

Sangat saya rekomendasikan!

 •  Visual  •   •